Featured Articles
All Stories

Sunday, 17 June 2018

Cerita Motivasi Elon Musk Seorang Entrepreneur IT yang Brilian

Cerita Motivasi Elon Musk Seorang Entrepreneur IT yang Brilian. Jika anda merupakan penggemar film Iron Man, tentunya tidak asing dengan tokoh Tony Stark. Dalam film tersebut, tokoh fiksi Tony Stark digambarkan sebagai pengusaha sukses di bidang teknologi. Artikel kali ini akan membahas sosok seperti Tony Stark di kehidupan nyata. Siapakah dia? Dia adalah Elon Musk, seorang entrepreneur IT yang brilian, keren, dan out of the box. Elon Musk merupakan co-founder Paypal dan founder dari Tesla.inc serta Space-X. Ia merupakan salah satu orang terkaya sekaligus berpengaruh di dunia. Sebuah pencapaian yang luar biasa membanggakan itu datang dari seorang si ‘kutu buku’ introvert yang selalu bermimpi dan mengeksekusinya, Elon Musk.

Cerita Motivasi Elon Musk Seorang Entrepreneur IT yang Brilian
Elon Musk kecil
Sejak kecil, Elon Musk telah menyadari bahwa hidup tidaklah seindah permainan anak-anak seusianya. Di umurnya yang masih belia, ia dan saudara-saudaranya dididik dengan agak kasar dan keras. Ketika ayah Musk mengajari Elon dan saudara-saudaranya, mereka harus duduk diam selama 4 jam. Tidak sampai di situ, Elon Musk kecil juga merasakan kepedihan saat berada di sekolah. Ia pernah menjadi korban bully. Pada suatu hari, teman-teman kelasnya mendorong Elon Musk kecil hingga terjatuh dari tangga dan terluka parah. Dengan rentetan pengalaman yang menyedihkan, ia pun memilih untuk berteman karib dengan buku, komputer, dan science-fiction. Pertemanannya dengan hal-hal tersebut pun membuahkan hasil yang memuaskan. Pada umur 12 tahun, Elon Musk sukses membuat game Blastar yang dijual seharga $500. 
Elon Musk Dewasa
Pada tahun 1989, Elon Musk berkuliah di Queen’s University. Setelah 3 tahun, ia pun memilih pindah ke University of Pennsylvania untuk belajar bisnis dan fisika. Di sana, ia lulus dengan memperoleh gelar undergraduate degree (setara dengan S1 di Indonesia) dalam bidang ekonomi dan bachelor degree (setara S2 di Indonesia) di bidang fisika. Kemudian, ia mendaftar ke Stanford University untuk melanjutkan kuliah PhD (setara S3 di Indonesia) di jurusan fisika energi. Namun, baru 2 hari berkuliah, Elon Musk memutuskan untuk keluar karena ada misi besar yang dikejarnya. Ya, Elon Musk ingin menjadi bagian dari boom-nya internet kala itu. Ia pun mendirikan perusahaan pertamanya, Zip2 Corporation. Pada tahun 1999, perusahaan tersebut dijual seharga 300 juta lebih dolar Amerika.
Semuanya berawal dari keresahan
Jika anda resah terhadap ini dan itu, maka bergurulah kepada Elon Musk untuk mengubah resah menjadi berkah. Pada tahun 1999, Elon Musk mendirikan X.com (Sekarang dikenal dengan nama “Paypal”), sebuah perusahaan layanan finansial dan pembayaran online. Sebelumnya, Elon sangat resah saat berbelanja secara online. Bayangkan, ia harus memberikan data-data kartu kredit pribadinya dan hal itu tentulah tidak aman. Untuk mengatasi keresahannya tersebut, ia pun berinisiatif untuk menjadi co-founder dari X.com (Paypal). Dengan adanya Paypal yang lahir dari ‘rahim’ resah, anda pun dapat merasakan manisnya memiliki rekening online yang terjamin keamanannya.
Tidak berhenti di situ, ia juga resah dengan keadaan bumi yang semakin digerogoti energi fosilnya, polusi berseliweran dimana-mana, dan kemungkinan bumi akan hancur karena berbagai penyebab. Dengan keresahan sekaligus ide-ide absurd tapi keren yang memenuhi kepalanya, Elon Musk mendirikan perusahaan mobil listrik Tesla.inc. Sepintas, penemuan mobil listrik ala Elon Musk terkesan biasa saja. Namun, tahukah anda bahwa mobil listrik dari Elon Musk terbilang terjangkau dan ramah lingkungan? Sebagai seorang yang bergelut di bidang teknologi, ia tahu bahwa baterai mobil listrik sangatlah mahal, harganya mencapai $600 / Kwh. Namun, ia tetap penasaran mengapa harga baterai tersebut melambung tinggi. Dengan penelitian yang dilakukan oleh Elon, akhirnya diketahui bahwa pembuatan baterai sebenarnya hanya memerlukan  biaya $80/Kwh. Mobil listrik Tesla juga sangat ramah lingkungan. Alih-alih mengambil energi fosil sebagai bahan listrik, Tesla menggunakan energi matahari untuk dikonversi menjadi energi listrik. Hal ini pun membuat Tesla menjadi mobil listrik pertama yang eco-friendly
Untuk mengeksekusi impian absurdnya yaitu manusia menjadi spesies antarplanet, Elon Musk pun mendirikan Space-X, sebuah perusahaan pembuat roket menuju Mars. Awalnya, ia resah dengan harga roket yang sangat mahal. Seperti kasus di atas, ia juga memangkas harga pembuatan roket. Sebelumnya, ia penasaran mengapa roket luar angkasa mahal harganya. “Oh, ternyata karena roket hanya digunakan sekali pakai. Jika roket sudah beranjak pergi dari bumi, maka roket pun tidak akan kembali”. Ia pun berpikir untuk membuat roket yang dapat kembali lagi ke bumi. Hasilnya, ucapkan selamat datang pada Space-X, roket pertama yang dapat kembali menuju bumi dan dipakai berulang kali.
Ya, segala keresahan yang dirasakan oleh Elon Musk berbuah ide-ide gila nan brilian. Jangan berpikir bahwa ide-ide tersebut tidak mendapat cemoohan dari orang lain. Namun, Elon Musk tetap mengeksekusinya dengan sangat baik. Seperti katanya, “If something is important enough, even if the odds are against you, you should still do it.”.

Friday, 15 June 2018

Cerita Motivasi Andrew Darwis Pendiri Kaskus

Cerita Motivasi Andrew Darwis Pendiri Kaskus. Apakah agan pernah mengunjungi situs komunitas terbesar di Indonesia yakni Kaskus? Atau apakah agan sebenarnya merupakan salah satu kaskuser? Jika ya, tentunya agan familiar dengan mimin Andrew Darwis, Founder Kaskus. Pria kelahiran Jakarta, 20 Juli 1979 ini awalnya berkuliah di jurusan Sistem Informasi Binus University (1998). Namun, karena Andrew memiliki passion yang besar di multimedia - web design, dan jurusan tersebut masih jarang di Indonesia kala itu, maka ia memutuskan untuk berkuliah di Art Institute of Seattle dengan mengambil spesialisasi bidang multimedia & web design. Orang tua Andrew berpendapat bahwa biaya kuliah di luar negeri sangat mahal. Ia diizinkan berkuliah di Seattle asal membiayai kuliahnya sendiri. Untuk mencari nafkah di negeri Paman Sam tersebut, Andrew bekerja serabutan dengan menjadi kasir, tukang fotocopy, bekerja di perpustakaan dan computer lab.

Cerita Motivasi Andrew Darwis Pendiri Kaskus


Kaskus, Tugas Kuliah Terindah bagi Andrew Darwis

Tugas kuliah kadang menjadi beban tersendiri bagi para mahasiswa. Namun, hal itu tidak berlaku bagi pensiunan mahasiswa yang menggeluti passionnya, Andrew Darwis. Pada tahun 1999, Andrew ditugaskan oleh dosennya untuk membuat website. Ide membuat website berbasis komunitas pun terlintas di benaknya. Apalagi, kerinduannya terhadap tanah air kian besar. Dengan begitu, website komunitas tersebut ia tujukan kepada mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di luar negeri. Pada 6 November 1999, Kaskus (Singkatan dari Kasak Kusuk yang berarti bergosip) pun resmi berdiri dengan server bermodalkan US$3 kala itu.

Perjalanan Kaskus di kancah Startup Indonesia

Lantas, apa yang membuat Kaskus bertahan dan berkembang dari 1999 hingga sekarang?
Dalam salah satu acara talkshow, Andrew pernah menyatakan bahwa Kaskus menerapkan Zero Budget Marketing (Pemasaran dengan biaya nol rupiah). Sebenarnya, ia ingin menggelontorkan dana yang besar untuk marketing Kaskus. Namun, apalah daya, “tidak ada duit”, candanya. Andrew percaya bahwa Kaskus bisa besar jika memiliki konten yang banyak, dan user yang diberi freedom of speech (dengan tanggung jawab pastinya).

Dalam kurun waktu 1999 hingga 2007, Kaskus belum dibawa ke jenjang yang lebih serius oleh Andrew Darwis. Ia juga menggeluti Kaskus karena hanya sekedar hobby dan tidak membayangkannya akan menjadi sebesar ini. Bagi Andrew, kebahagiaan memperoleh visits dan memperoleh beberapa dollar dari Google Adsense sudah cukup untuknya. Andrew juga sudah sangat nyaman dengan pekerjaan yang ia miliki di Amerika. Pada tahun 2008, si pembawa berita bahagia, Ken Dean Lawadinata (Sepupu Andrew Darwis) menyampaikan kabar bahwa Kaskus sangat happening di Indonesia. Ken mengajak Andrew untuk kembali ke Indonesia dan ‘menjalin’ keseriusan dengan Kaskus. Rela meninggalkan zona nyamannya, Andrew pun bersedia kembali ke Indonesia. Akhirnya, duet Andrew dan Ken mengembangkan Kaskus terbilang sukses. 
Pada suatu titik di tahun 2010, Andrew menyadari bahwa sudah banyak situs berita yang hadir di Indonesia, seperti Viva news dan Okezone. Situs-situs tersebut dibacking oleh para pengusaha besar dan konglomerat Indonesia. Andrew berpikir jika Kaskus ingin bertahan lama, maka Kaskus sebaiknya memperoleh backingan dari grup besar juga. 

“Tahun 2010 ya, itu mulai banyak kan dot com dot com tapi dalam bentuk media, ya. Ada okezone, ada juga viva news, segala macem. Dan mereka semua dibackup sama perusahaan besar. Dan kita bilang ni Kaskus kalo mau bisa stay long tahan lama, kita harus punya backingan dari grup besar juga. Dan kita beruntung banget, Pak Martin (Djarum) sekarang jadi salah satu partner kita juga, itu benar-benar percaya sama kaskus. Dia bilang ini Kaskus salah satu brand di Indonesia yang bener-bener punya loyalitas tinggi. Pas ketemu juga kita punya visi yang sama.”

Sudah hampir 19 tahun, Kaskus menjadi ajang bertukar informasi, cerita, barang (dengan adanya Forum Jual Beli), dan banyak hal lainnya bagi pengguna internet Indonesia. Di Kaskus, kita dapat melihat solidaritas yang tinggi dari para user. Terbukti pada tahun 2008 saat data-data Kaskus dicuri oleh cracker dan yang tersisa hanyalah judul thread, para kaskuser bahu membahu melengkapi judul thread tersebut dengan body kontennya. Tidak hanya itu, kita juga dapat melihat bahwa konten yang diposting oleh kaskuser pasti dikerubungi oleh kaskuser lainnya.

Komentar pertama selalu berbunyi “Pertamax”. Lalu, ada juga canda tawa kaskuser yang diselingi dengan kata-kata khas Kaskus yakni Pertamax, Sundul gan !, Cendol, dan sebagainya. Selain itu, jangan lupa pula pada emotikon Kaskus yang terlihat rese’, nyebelin, tapi ngangenin.
Semoga Andrew Darwis dapat semakin mengembangkan Kaskus di jagat internet Indonesia. So, sundul gan !

Sunday, 3 June 2018

Cerita Motivasi Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya

Kalimat tanya di atas mungkin sudah seringkali anda dengar dari iklan Tokopedia di televisi. Ya, Tokopedia merupakan salah satu e-commerce a.k.a online market place yang terbesar di Indonesia. Tidak main-main, Tokopedia juga memperoleh suntikan dana sebesar US$ 1,1 Miliar dari Alibaba. Investasi yang sangat besar, bukan? Penting untuk diingat bahwa Alibaba hanya menjadi investor minor di Tokopedia. Keren, kan?

Cerita Motivasi Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya


Menurut iPrice, Tokopedia adalah e-commerce C2C (Customer to Customer) terbesar di Indonesia dengan jumlah pengunjung mencapai 50,66 Juta per bulan. Dari uraian-uraian ini, tentunya anda dapat menyimpulkan dengan sangat mudah bahwa Tokopedia terbilang sangat sukses. Namun, siapakah pendiri sekaligus arsitek dari rancangan ide-ide membuat Tokopedia? Bagaimana perjalanan founder Tokopedia untuk sampai pada titik kesuksesan ini? Berikut ini kisahnya !

Founder Tokopedia itu bernama William Tanuwijaya, seorang pria kelahiran Pematangsiantar, 18 November 1981. Ia lahir dari keluarga sederhana. Ketika lulus SMA, ayah dan pamannya membelikan tiket kapal laut ke Jakarta untuk William. Bagi ayah William, pendidikan adalah modal menuju kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, ia ingin anaknya dapat berkuliah di universitas yang berkualitas. William pun berkuliah di jurusan Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara.
Saat semester 2, ia diberi kabar bahwa ayahnya jatuh sakit. Hal itu pun memaksa William untuk prihatin dan tidak meminta uang lagi kepada orang tuanya. Kemudian, ia mengambil pekerjaan sambilan dengan menjadi penjaga warnet dari pukul 9 malam hingga 9 pagi. Sungguh melelahkan, bukan? Namun, pekerjaannya tersebut berbuah manis. Pria introvert itu seketika jatuh cinta pada internet, tempat di mana informasi berada di genggaman tangan. Perjumpaannya dengan internet kala itu turut merubah nasibnya di suatu hari di masa depan.

Selepas lulus dari bangku kuliah, William bekerja di sebuah kantor. Ia juga mengambil pekerjaan sambilan sebagai graphic designer. William banyak menangani pekerjaan sambilan yang berhubungan dengan pembuatan logo UMKM online. Ia pun mengambil kesimpulan bahwa bisnis online mulai marak di Indonesia. Pada suatu hari, ia mendengar berita penipuan jual beli online. Saat itu, tepatnya pada tahun 2007, ia melihat peluang untuk membuat situs belanja online yang aman dan terpercaya, Tokopedia. Namun, mengeksekusi mimpi tersebut bukan perkara mudah. William tentunya perlu dana agar Tokopedia dapat berjalan. Bersama temannya yang juga salah satu pendiri Tokopedia,  Leontinus Alpha Edison, ia menghadap ke bosnya untuk menyampaikan ide brilian yang terkendala dana ini. Bos dari William dan Leon menyambut baik ide tersebut. Ia pun memperkenalkan William dan Leon kepada para investor.

Jalan terjal kembali dilalui William dan Leon. Dalam kurun waktu 2007 hingga 2009, tidak ada investor yang mau menyuntikkan dana ke Tokopedia. Mereka skeptis terhadap ide Tokopedia dan si pelopor ide tersebut, William Tanuwijaya. Setidaknya ada 5 pertanyaan yang selalu diajukan para investor kepadanya. 

Di bawah ini hanya ada 3 pertanyaan, yaitu :
1.    William, bisa tidak kamu sebutkan satu saja orang Indonesia yang berhasil kaya karena bisnisnya teknologi atau internet?
Di tahun-tahun tersebut, memang belum ada orang Indonesia yang berhasil kaya karena berbisnis di internet. Di Amerika, kita dapat menemukan Bill Gates, Mark Zuckerberg, Steve Jobs, dan lain-lain. Belum ada role model seperti itu di Indonesia di tahun 2007-2009.

2.    Indonesia ini merupakan negara pasar yang begitu menjanjikan. Jika kamu membuktikan bahwa Indonesia butuh Tokopedia, lantas Indonesia menjadi sorotan dunia. Dan yang kamu bangun ini bukan sesuatu yang baru, bahkan kamu meniru apa yang sudah ada di negara lain. Misalnya, ada eBay dari Amerika, Alibaba dari China. Kalau mereka masuk bagaimana? Bagaimana kamu melawan mereka?
Saat itu, William dan Leon tidak tahu harus menjawab apa, speachless.

3.     Bagaimana background kamu? Apakah kamu dari keluarga terpandang? Kalau gagal, bagaimana kamu mengembalikan dana investasi? Apakah kamu lulusan salah satu universitas Ivy League? Kalau kamu lulusan Ivy League, setidaknya kamu dapat menghadapi raksasa-raksasa itu.
William dan Leon memang bukan dari keluarga terpandang. Mereka juga bukan lulusan universitas luar negeri. Dalam salah satu talkshow, William bercanda bahwa ia adalah lulusan warnet.
Tidak hanya memberikan pertanyaan yang sulitnya tingkat dewa, ada salah satu investor yang malah meremehkan impian William.

“Kalian masih muda. Dan muda itu Cuma sekali. Jangan sia-siakan masa muda kamu. Carilah hal yang lebih realistis. Mimpi kamu ini mimpi-mimpi orang Amerika. Namun, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, role model kamu ini adalah orang-orang yang spesial. Kamu tidak spesial. Jadi, carilah hal-hal yang lebih realistis. –Calon investor yang terhormat-
Apakah William dan Leon patah semangat? Tentu tidak. Remehan tersebut malah menjadi cambuk bagi mereka untuk HARUS mendirikan Tokopedia. William selalu memegang teguh kata-kata dari Soekarno.
“Bermimpilah setinggi langit. Kalau terjatuh, maka kalian akan jatuh di antara bintang-bintang”.-Soekarno-
Alhasil, jerih payah, tahan banting terhadap penolakan, kuat hati melawan remehan berbuah sangat manis. Akhirnya, pada tahun 2009, bos William dan Leon lah yang menjadi investor pertama Tokopedia. Kemudian, investor lain pun berdatangan mengerubungi Tokopedia.
Kekuatan mimpi sangat hebat, bukan? Jadi, jangan sekali-kali remehkan mimpi anda maupun orang lain, ya !

Friday, 18 May 2018

Android News App with Admin Panel v1.2.0

Android News App with Admin Panel v1.2.0. Halo teman teman kembali lagi dengan saya kali ini saya akan memperkenalkan aplikasi buatan saya yaitu aplikasi portal berita di lengkapi dengan admin panel, aplikasi saya dibuat dengan Android Studio 3. Adapun tools yang di gunakan diantaranya adalah, Android Studio, Sublime Text, Java, Xml, Css, Bootstrap dan masih banyak lagi lainya. Jika penasaran maka bisa langsung hubungi saya untuk menanyakan lebih detail. Seperti apa penampakannya mari kita lihat gambar gambarnya di bawah ini teman teman.

Android News App with Admin Panel v1.2.0


Android News App with Admin Panel v1.2.0
category list

Android News App with Admin Panel v1.2.0
detail berita

Android News App with Admin Panel v1.2.0
sub category

Android News App with Admin Panel v1.2.0
favorite item

Android News App with Admin Panel v1.2.0
detail berita favorite

Android News App with Admin Panel v1.2.0
home news

Android News App with Admin Panel v1.2.0
admin panel add news

Android News App with Admin Panel v1.2.0   



Bagaimana cara mendapatkan aplikasi ini? Di sini saya menjual aplikasi saya dengan harga Rp 350000 sudah termasuk admin panel dan aplikasi berita(Project Android). Di dalam file Zip/Winrar sudah tertera atau sudah ada instruksi bagaimana cara penggunaanya, dari mulai mengganti nama aplikasi, mengganti logo, mengganti Url API, mengganti unit iklan Admob dan banyak lagi lainnya. Terus apa keuntungannya jika saya membeli source code dari sini? Keuntungan di antaranya adalah:

SUPPORT

1. Mendapatkan dukungan / Support dari saya selama 15 hari
2. Di pandu bagaimana cara mengupload app ke playstore
3. Di pandu mengonlinekan admin panel di hosting
4. Di pandu memasang iklan admob
5. Jika ada versi app yang baru / update maka akan di beri tahu lewat email tanpa harus membeli lagi
6. Dan lain lain yang tentunya masih berkaitan dengan produk app tersebut. 

FEATURES

1. Faforite item news store to database
2. Title news in Toolbar
3. Category list
4. Support external link, add table, image and more.
5. Masih banyak lagi lainnya.

Mungkin cukup sekian postingan kali ini teman teman, apabila ingin mencoba demo dari aplikasi dan admin panel silahkan bisa berkomentar atau bisa hubungi saya di 082325328732.

Assalamualaikum Wr Wb

Saturday, 17 March 2018

Cara Menambahkan Animasi Tombol Subscribe di Video Youtube

Cara Menambahkan Animasi Tombol Subscribe di Video Youtube. Halo teman teman kembali lagi dengan saya pada kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana cara untuk membuat sebuah animasi tombol subscribe di video youtube. Hal ini sering kita lihat di video video youtube, untuk itu saya berpartisipasi ingin membagikan tutorialnya dan footage untuk di download.

Cara Menambahkan Animasi Tombol Subscribe di Video Youtube

Sebelumnya di sini saya menggunakan software Adobe Premiere Pro CS 6, apabila teman teman belum memilikinya maka silahkan bisa langsung mendownload terlebih dahulu di internet, namun jika sudah langsung saja kita ke cara caranya.

1. Pertama buka terlebih dahulu software Adobe Premiere Pro

2. Import footage dan video yang akan kita edit

3. Jika sudah langsung saja drag footage ke bagian keyframe, seperti gambar di bawah ini.

Cara Menambahkan Animasi Tombol Subscribe di Video Youtube

4. Apabila sudah kita tinggal menambahkan ultra key untuk menghilangkan footage background green screen.

Cara Menambahkan Animasi Tombol Subscribe di Video Youtube

5. Jangan lupa apabila sudah menambahkan effects ultra key, maka teman teman pergi ke effects control dan pilih icon pen dan arahkan ke background green screen maka nanti background akan hilang sendiri.

6. Dan hasil akhirnya seperti gambar di bawah ini.

Cara Menambahkan Animasi Tombol Subscribe di Video Youtube

7. Untuk footage silahkan download di bawah teman teman.

Jika tutorial di atas kurang jelas, maka bisa lihat tutorial versi videonya di bawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=JV7cwnUwtDU

Mungkin cukup sekian tutorial kali ini semoga bermanfaat dan membantu, apabila ada pertanyaan silahkan bisa langsung berkomentar di bawah.

Sekian dan terimakasih.

Download Footage Button Subscribe Youtube:

Download Animasi Button Subscribe

Wednesday, 28 February 2018

Cara Ampuh Agar Cepat di Terima Saat Pengajuan Akun Youtube

Cara Ampuh Agar Cepat di Terima Saat Pengajuan Akun Youtube. Halo sahabat marilah coding, kali ini saya akan berbagi tentang tutorial youtube. Yah kali ini tema yang akan di bahas mengenai bagaimana agar akun kita cepat di terima saat melakukan pengajuan ulang ke youtube. Belakangan ini banyak para youtuber yang kecewa dan patah harapan karena akun mereka yang sudah di ajukan ulang masih belum di approve2 juga sampai saat ini.
Cara Ampuh Agar Cepat di Terima Saat Pengajuan Akun Youtube


Untuk itu maka saya akan memberikan tips agar akun youtube kita cepat di approve saat melakukan pengajuan ulang, untuk itu mari simak tutorialnya dengan cermat dan teliti agar teman teman memahami.

1. Pastikan akun teman teman sudah memenuhi persyaratan.

2. Jika waktu menonton belum sampai 4000 jam dan 1000 subscribe lebih baik jangan di ajukan ulang dulu.

3. Jangan upload video reupload dari channel orang lain sebelum akun teman teman di approve sepenuhnya.

4. Perhatikan juga bahwa video yang teman teman upload memiliki nilai positif.

5. Tunggu lamanya sampai 1 bulan.

6. Selesai.

Dan ini adalah screnshoot dari channel saya yang sudah lolos dari youtube,

Cara Ampuh Agar Cepat di Terima Saat Pengajuan Akun Youtube

 Oke teman teman semoga tutorial kali ini bermanfaat bagi teman teman dan semoga bisa menjadi motivasi bagi teman teman yang khususnya pemula di youtube, pesan dari saya teteaplah konsisten dengan video yang teman teman buat.

Mungkin cukup sekian dari saya teman  teman mengenai tutorial ini, apabila ada yang ingin di pertanyakan maka bisa langsung berkomentar di bawah.

Sekian dan terimakasih.

Saturday, 24 February 2018

Cara Mengatasi Akun Facebook Anda di Kunci untuk Sementara

Cara Mengatasi Akun Facebook Anda di Kunci untuk Sementara. Halo teman teman kembali lagi dengan saya, kali ini saya akan membagikan tutorial bagaimana cara untuk mengatasi akun facebook yang di kunci untuk sementara, tutorial ini di khususkan bagi teman teman yang belum tahu mendalam tentang facebook.

Cara Mengatasi Akun Facebook Anda di Kunci untuk Sementara

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan kenapa akun facebook bisa di kunci untuk sementara, berikut ini adalah beberapa alasan mengenai akun di kunci untuk sementara:

1. Untuk menjaga privasi akun teman teman
2. Biasanya teman teman login dengan ip yang berbeda
3. Login dengan device yang berbeda
4. Dan Lain Lain

Oke teman teman kita langsung saja ke cara caranya:

1. Pertama teman teman akan melihat tampilan seperti gambar di bawah ini, langsung saja klik Lanjutkan untuk mengamankan akun teman teman.

Cara Mengatasi Akun Facebook Anda di Kunci untuk Sementara





2. Kemudian setelah memilih Lanjutkan, maka akan ada tampilan selanjutnya yaitu seperti gambar di bawah ini, teman teman di minta untuk mengubah password facebook baru teman teman.


3. Setelah password facebook sudah di isikan, lankah selanjutnya tinggal klik Selanjutnya. Maka teman teman akan di bawa ke tahap selanjutnya.

Cara Mengatasi Akun Facebook Anda di Kunci untuk Sementara

4. Pilih pemeriksaan keamanan, di sini saya menggunakan verifikasi kode lewat SMS. Kemudian perhatikan baik baik apakah nomor hp masih aktif atau tidak, jika masih aktif nanti pihak facebook akan mengirimkan kode verifikasi bahwa itu benar benar account milik teman teman.

Cara Mengatasi Akun Facebook Anda di Kunci untuk Sementara

5. Setelah nomor hp di masukkan dengan benar, maka tinggal klik Lanjutkan, maka akan tampil gambar seperti di bawah ini.

Cara Mengatasi Akun Facebook Anda di Kunci untuk Sementara

6. Karena belum lama saya pernah mengganti nama facebook, maka facebook juga menanyakan kepada saya nama yang benar itu yang mana. Jika teman teman tidak melihat seperti tampilan gambar di atas maka bisa lewati saja. Oke kita lanjut ke tahap selanjutnya.

7. Silahkan masukan kode verifikasi yang sudah di kirim ke nomor hp teman teman dari pihak facebook.

Cara Mengatasi Akun Facebook Anda di Kunci untuk Sementara

8. Kemudian jika berhasil maka akan seperti gambar di bawah ini.

Cara Mengatasi Akun Facebook Anda di Kunci untuk Sementara

9. Selesai.

Oke teman teman sampai tahap ini kita telah selesai mengenai cara bagaimana mengatasi akun facebook yang telah di kunci untuk sementara, semoga tutorial ini bermanfaat dan dapat membantu bagi teman teman. Apabila ada yang ingin di tanyakan maka bisa langusng bertanya melalui kolom komentar di bawah.

Sekian dan terimakasih.

Monday, 19 February 2018

Cara Membuat Perhitungan Score di Android Studio dengan 2 Activity

Cara Membuat Perhitungan Score di Android Studio dengan 2 Activity. Halo teman teman marilahcoding, kali ini admin akan membagikan tutorial bagaimana cara membuat sebuah aplikasi android yang sederhana yaitu berkaitan tentang melakukan perhitungan increment, decrement, reset score, put extra get extra dan lainnya. Sebelumnya di sini saya menggunakan Android Studio 3.0 yang versi terbaru, jika teman teman menggunakan Android Studio dengan versi di bawahnya maka teman teman bisa mengupgrade ke versi terbaru terlebih dahulu.

Cara Membuat Perhitungan Score di Android Studio dengan 2 Activity

Oke teman teman kita langsung saja bagaimana cara membuatnya, peratma tama teman teman harus membuka Android Studio.

1. Pertama buat terlebih dahulu Empty Activity (Java + Xml)

2. Kemudian tambahkan lagi 1 Activity (Java + Xml), sehingga susunan projectnya seperti gambar di bawah ini.

Cara Membuat Perhitungan Score di Android Studio dengan 2 Activity

3. Sekarang kita pergi ke activity_main.xml, kemudian copy dan paste code xml di bawah ini ke project teman teman.

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><RelativeLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"    xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"    android:layout_width="match_parent"    android:layout_height="match_parent"    tools:context="supriyanto.perhitunganscore.PlayerPertama">
    <RelativeLayout        android:padding="20dp"        android:layout_width="match_parent"        android:layout_height="wrap_content">
        <TextView            android:layout_marginTop="40dp"            android:id="@+id/player1"            android:text="PLAYER PERTAMA"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
        <EditText            android:layout_marginTop="10dp"            android:layout_below="@id/player1"            android:id="@+id/edtPlayer1"            android:hint="EDT PLAYER 1"            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content" />
        <TextView            android:layout_marginTop="10dp"            android:id="@+id/player2"            android:text="PLAYER KEDUA"            android:layout_below="@id/edtPlayer1"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
        <EditText            android:layout_marginTop="10dp"            android:layout_below="@id/player2"            android:id="@+id/edtPlayer2"            android:hint="EDT PLAYER 2"            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content" />
        <Button            android:id="@+id/next"            android:text="next"            android:background="@drawable/custombgbutton"            android:layout_below="@id/edtPlayer2"            android:layout_marginTop="20dp"            android:layout_centerInParent="true"            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content" />
    </RelativeLayout>
</RelativeLayout>

Dari kode di atas jika di lihat preview di Android Studio maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.


Cara Membuat Perhitungan Score di Android Studio dengan 2 Activity

4. Kemudian buka activity_player_kedua.xml, copy dan paste kode di bawah ini.

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"    xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"    android:layout_width="match_parent"    android:layout_height="match_parent"    android:orientation="horizontal"    tools:context="supriyanto.perhitunganscore.PlayerKedua"    android:background="#9888"    android:weightSum="100">
    <LinearLayout        android:id="@+id/bag1"        android:padding="20dp"        android:orientation="vertical"        android:layout_width="195dp"        android:layout_height="wrap_content">
        <TextView            android:id="@+id/tampung"            android:textSize="20dp"            android:text="INI ADALAH"            android:layout_gravity="center_horizontal"            android:textStyle="bold"            android:textColor="#930051"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
        <TextView            android:id="@+id/point1"            android:layout_gravity="center_horizontal"            android:layout_marginTop="20dp"            android:text="0"            android:textSize="40dp"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
        <Button            android:id="@+id/increment1"            android:text="+"            android:layout_gravity="center_horizontal"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
        <Button            android:id="@+id/decrement1"            android:text="-"            android:layout_gravity="center_horizontal"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
        <Button            android:id="@+id/reset1"            android:text="c"            android:layout_gravity="center_horizontal"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
    </LinearLayout>
    <LinearLayout        android:id="@+id/bg2"        android:padding="20dp"        android:orientation="vertical"        android:layout_width="190dp"        android:layout_height="wrap_content">
        <TextView            android:layout_gravity="center_horizontal"            android:id="@+id/tampung1"            android:textSize="20dp"            android:textColor="#930051"            android:text="INI ADALAH"            android:textStyle="bold"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
        <TextView            android:id="@+id/point2"            android:layout_marginTop="20dp"            android:layout_gravity="center_horizontal"            android:text="0"            android:textSize="40dp"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
        <Button            android:id="@+id/increment2"            android:text="+"            android:layout_gravity="center_horizontal"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
        <Button            android:id="@+id/decrement2"            android:text="-"            android:layout_gravity="center_horizontal"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
        <Button            android:id="@+id/reset2"            android:text="c"            android:layout_gravity="center_horizontal"            android:layout_width="wrap_content"            android:layout_height="wrap_content" />
    </LinearLayout>
</LinearLayout>

Dari kode di atas jika di lihat preview di Android Studio maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.

Cara Membuat Perhitungan Score di Android Studio dengan 2 Activity


5. Kemudian buka file PlayerKedua.java, kemudian copy dan paste code di bawah ini.

package supriyanto.perhitunganscore;
import android.os.Bundle;import android.support.v7.app.AppCompatActivity;import android.view.View;import android.widget.Button;import android.widget.TextView;import android.widget.Toast;
public class PlayerKedua extends AppCompatActivity {

    TextView tampung, tampung1, point1, point2;    Button increment1, decrement1, reset1, increment2, decrement2, reset2;    int o = 0;    int z = 0;
    @Override    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);        setContentView(R.layout.activity_player_kedua);
        tampung = (TextView) findViewById(R.id.tampung);        tampung1 = (TextView) findViewById(R.id.tampung1);        point1 = (TextView) findViewById(R.id.point1);        point2 = (TextView) findViewById(R.id.point2);        increment1 = (Button) findViewById(R.id.increment1);        decrement1 = (Button) findViewById(R.id.decrement1);        reset1 = (Button) findViewById(R.id.reset1);        increment2 = (Button) findViewById(R.id.increment2);        decrement2 = (Button) findViewById(R.id.decrement2);        reset2 = (Button) findViewById(R.id.reset2);
        String shrd1 = getIntent().getExtras().getString("tampung");        String shrd2 = getIntent().getStringExtra("tampung1");
        tampung.setText(shrd1);        tampung1.setText(shrd2);
        increment1.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override            public void onClick(View view) {
                o = o + 1;                point1.setText("" + o);
            }
        });
        decrement1.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override            public void onClick(View view) {
                o = o - 1;                if (o<1){
                    o=0;                    Toast.makeText(getApplicationContext(), "SUDAH SAMPAI NILAI MINIMUM", Toast.LENGTH_LONG).show();                }
                point1.setText("" + o);            }
        });
        reset1.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override            public void onClick(View view) {
                o = 0;                point1.setText("" + o);            }
        });
        increment2.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override            public void onClick(View view) {
                z = z + 1;                point2.setText("" + z);            }
        });
        decrement2.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override            public void onClick(View view) {
                z = z - 1;                if (z<1){
                    z=0;                    Toast.makeText(getApplicationContext(), "SUDAH SAMPAI MINIMUM", Toast.LENGTH_LONG).show();                }
                point2.setText("" + z);            }
        });
        reset2.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override            public void onClick(View view) {
                z = 0;                point2.setText("" + z);            }
        });    }
}


6. Kemudian buka file PlayerPertama.java, kemudian copy dan paste code di bawah ini.

package supriyanto.perhitunganscore;
import android.content.Intent;import android.os.Bundle;import android.support.v7.app.AppCompatActivity;import android.text.TextUtils;import android.view.View;import android.widget.Button;import android.widget.EditText;import android.widget.Toast;
public class PlayerPertama extends AppCompatActivity {

    EditText edtPlayer1, edtPlayer2;    Button next;
    @Override    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);        setContentView(R.layout.activity_main);
        edtPlayer1 = (EditText) findViewById(R.id.edtPlayer1);        edtPlayer2 = (EditText) findViewById(R.id.edtPlayer2);        next = (Button) findViewById(R.id.next);


        next.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override            public void onClick(View view) {

                String tampung = edtPlayer1.getText().toString();                String tampung1 = edtPlayer2.getText().toString();
                if (TextUtils.isEmpty(tampung) && TextUtils.isEmpty(tampung1)){
                    Toast.makeText(getApplicationContext(), "HAYO, DI ISI DULU FORMNYA GAN", Toast.LENGTH_LONG).show();                }else {

                    Intent shrd = new Intent(PlayerPertama.this, PlayerKedua.class);                    shrd.putExtra("tampung", tampung);                    shrd.putExtra("tampung1", tampung1);                    startActivity(shrd);                }
            }
        });    }
}

7. Gradle Structure

Cara Membuat Perhitungan Score di Android Studio dengan 2 Activity

Kemudian jalankan emulatornya maka sudah selesai teman teman, jika ada yang kurang jelas maka bisa langsung bertanya tanya dengan saya melalui kolom komentar di bawah. Untuk source code bisa di download di bawah ini.


Sekian dan terimakasih.