Friday, 22 April 2016

Mengenal Operasi File dan Struktur Direktory Pada Linux

Mengenal Operasi File dan Struktur Direktory Pada Linux. Apakah Anda tahu tentang OS Linux? Tentunya sudah tahu dengan yang satu ini yaitu OS yang sangat canggih sekali menurut saya karena bisa open source sehingga memudahkan kita untuk membuat remastering sesuka hati. Pada pembahasan kali ini akan saya jelaskan tentang dasar dasar dari OS Linux itu sendiri, bagi yang sudah mengerti betul tentang Linux maka silahkan tidak usah di baca artikel ini dan bagi yang newbie silahkan di baca baik baik.

Apakah kalian tahui tentang Sistem File pada Linux? Sistem file pada Linux menyerupai pepohonan (tree), yaitu dimulai dari root, kemudian direktori dan sub dirrektori. Sistem file pada Linux diatur secara hirarkhi, yaitu dimulai dari root dengan symbol “/”. Kita dapat menciptakan File dan Direktori mulai dari root ke bawah. Direktori adalah file khusus, yang berisi nama file dan INODE (pointer yang menunjuk ke data / isi file tersebut). Secara logika, Direktori dapat berisi File dan Direktori lagi (disebut juga Subdirektori).

Mengenal Operasi File dan Struktur Direktory Pada Linux
  

Kemudian kita akan berlanjut ke Direktory Standar dari linux. Berikut akan saya jelaskan sedikit tentang Direktory Standar pada Linux beserta keterangannya.

/etc     : Berisi file administrative (konfigrasi dll) dan file executable atau script yang berguna untuk administrasi system.

/dev   : Berisi file khusus yang merepresentasikan peralatan hardware seperti memori, disk, printer, tape, floppy, jaringan dll.

/bin                   : Berisi utilitas sistem level rendah (binary) .

/sbin                :  Berisi utilitas sistem untuk superuser (untuk membentuk administrasi sistem).

/usr/sbin, /usr/bin   : Berisi utilitas sistem dan program aplikasi level tinggi.

/usr/lib           : Berisi program library yang diperlukan untuk kompilasi program (misalnya C). Berisi instruksi (command) misalnya untuk Print Spooler (lpadmin) dll.

/tmp            : Berisi file sementara, yang pada saat Bootstrap akan dihapus (dapat digunakan oleh sembarang user).

/boot           : Berisi file yang sangat penting untuk proses bootstrap. Kernel vmlinuz disimpan di direktori ini.

/proc           : Berisi informasi tentang kernel Linux, proses dan virtual system file.

/var             : Direktori variable, artinya tempan penyimpanan LOG (catatan hasil output program), file ini dapat membengkak dan perlu dimonitor perkembangannya.

/home          : Berisi direktori untuk pemakai Linux (pada SCO diletakkan pada /usr)

/mnt                 : Direktori untuk mounting system file

/root                 : Home direktori untuk superuser (root)

/usr/bin/X11   : Symbolic link ke /usr/X11R6/bin, program untuk X-Window /usr/src           : Source code untuk Linux

 /opt             : Option, direktori ini biasanya berisi aplikasi tambahan (“addon”) seperti Netscape Navigator, kde, gnome, applix dll.

Mungkin penjelasan di atas sedikit memberikan gambaran bagi Anda dalam belajar OS Linux. Kemudian saya juga akan menjelaskan direktory etc. Apa itu direktory etc, mari kita bahas bersama sama. 

1. Direktory / Etc  
 Berisi file yang berhubungan dengan administrasi system, maintenance script, konfigurasi, security dll. Hanya superuser yang boleh memodifikasi file yang berada di drektori ini. Subdirektori yang sering diakses pada direktori /etc antara lain :

httpd, apache web server. 
ppp, point to point protocol untuk koneksi ke Internet. 
rc.d atau init.d, inisialisasi (startup) dan terminasi (shutdown) proses di Linux dengan konsep runlevel. 
cron.d, rincian proses yang dieksekusi dengan menggunakan jadwal(time dependent process)
FILES, file security dan konfigurasi meliputi : passwd, hosts, shadow, ftpaccess, inetd.conf, lilo.conf, motd, printcap, profile, resolv.conf, sendmail.cf, syslog.conf, dhcp.conf, smb.conf, fstab.

2. Direktory / Div Konsep Unix dan Linux adalah memperlakukan peralatan hardware sama seperti penanganan file. Setiap alat mempunyai nama file yang disimpan pada direktori /dev.

Peralatan                                               Konsep

Floppy                    : /dev/fd0

Harddisk                : IDE : /dev/had, /dev/hdb, /dev/hdc, /dev/hdd

                               :
SCSI : /dev/sda, /dev/sdb, /dev/sdc 
CDROM                : SCSI : /dev/scd0, /dev/scd1

                               :
IDE : /dev/gscd, /dev/sonycd
                   
                              :
Universal : /dev/cdrom (link dari actual cdrom ide atau scsi)
Mouse                   : PS2 : /dev/lp0
  
                              : Universal : /dev/mouse
Parallel Port          : LPT1 : /dev/lp0

                               :
LPT2 : /dev/lp1
Serial Port            : COM1 : /dev/ttyS0

                               : COM2 : /dev/ttyS1
       
                               : Universal : /dev/modem (link dari S0 atau S1)

3. Direktori /proc 
Direktori /proc adalah direktori yang dibuat diatas RAM (Random Access Memory) dengan system file yang diatur olehkernel. /proc berisi nomor proses dari system dan nama driver yang aktif di system. Semua direktori berukuran 0 (kosong) kecuali file kcore dan self. Setiap nomor yang ada pada direktori tsb merepresentasikan PID (Process ID).

4. TIPE FILE
 Perlu Anda ketahui bahwa pada OS Linux terdapat 6 tipe file, di antaranya yaitu sebagai berikut ini:

1. Ordinary file 

2. Direktori 

3. Block Device (Peralatan I/O)
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data
per block (misalnya 1 KB block), seperti disk, floppy, tape. 

4. Character Device (Peralatan I/O)
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data
karakter per karakter, seperti terminal, modem, plotter dll 

5. Named Pipe (FIFO)
File yang digunakan secara intern oleh system operasi untuk komunikasi antar
proses 

6. Link File 

Kemudian pada linux juga ada Properti File yang memiliki atribut atribut sebagai berikut:


Tipe file               : menentukan tipe dari file, yaitu :

tipe file pada sistem operasi linux


Ijin akses              : menentukan hak user terhadap file ini.


Jumlah link           : jumlah link untuk file ini.

Pemilik (Owner)   : menentukan siapa pemilik file ini

Group                    : menentukan group yang memiliki file ini

Jumlah karakter    : menentukan ukuran file dalam byte

Waktu pembuatan  : menentukan kapan file terakhir dimodifikasi

Nama file                : menentukan nama file yang dimaksud, contohnya sebagai berikut ini:


nama file pada sistem operasi linux

Mungkin itu saja postingan kali ini tentang Cara Mengenal Operasi File dan Struktur Direktory Pada Linux yang dapat saya sampaikan dan apabila postingan ini masih kurang mohon di maklumi saja. Apabila kurang jelas postingan ini Anda bisa bertanya melalui kolom komentar di bawah ini.


Subscribe to this Blog via Email :