Sunday, 17 June 2018

Cerita Motivasi Elon Musk Seorang Entrepreneur IT yang Brilian

·   0
Cerita Motivasi Elon Musk Seorang Entrepreneur IT yang Brilian. Jika anda merupakan penggemar film Iron Man, tentunya tidak asing dengan tokoh Tony Stark. Dalam film tersebut, tokoh fiksi Tony Stark digambarkan sebagai pengusaha sukses di bidang teknologi. Artikel kali ini akan membahas sosok seperti Tony Stark di kehidupan nyata. Siapakah dia? Dia adalah Elon Musk, seorang entrepreneur IT yang brilian, keren, dan out of the box. Elon Musk merupakan co-founder Paypal dan founder dari Tesla.inc serta Space-X. Ia merupakan salah satu orang terkaya sekaligus berpengaruh di dunia. Sebuah pencapaian yang luar biasa membanggakan itu datang dari seorang si ‘kutu buku’ introvert yang selalu bermimpi dan mengeksekusinya, Elon Musk.

Cerita Motivasi Elon Musk Seorang Entrepreneur IT yang Brilian
Elon Musk kecil
Sejak kecil, Elon Musk telah menyadari bahwa hidup tidaklah seindah permainan anak-anak seusianya. Di umurnya yang masih belia, ia dan saudara-saudaranya dididik dengan agak kasar dan keras. Ketika ayah Musk mengajari Elon dan saudara-saudaranya, mereka harus duduk diam selama 4 jam. Tidak sampai di situ, Elon Musk kecil juga merasakan kepedihan saat berada di sekolah. Ia pernah menjadi korban bully. Pada suatu hari, teman-teman kelasnya mendorong Elon Musk kecil hingga terjatuh dari tangga dan terluka parah. Dengan rentetan pengalaman yang menyedihkan, ia pun memilih untuk berteman karib dengan buku, komputer, dan science-fiction. Pertemanannya dengan hal-hal tersebut pun membuahkan hasil yang memuaskan. Pada umur 12 tahun, Elon Musk sukses membuat game Blastar yang dijual seharga $500. 
Elon Musk Dewasa
Pada tahun 1989, Elon Musk berkuliah di Queen’s University. Setelah 3 tahun, ia pun memilih pindah ke University of Pennsylvania untuk belajar bisnis dan fisika. Di sana, ia lulus dengan memperoleh gelar undergraduate degree (setara dengan S1 di Indonesia) dalam bidang ekonomi dan bachelor degree (setara S2 di Indonesia) di bidang fisika. Kemudian, ia mendaftar ke Stanford University untuk melanjutkan kuliah PhD (setara S3 di Indonesia) di jurusan fisika energi. Namun, baru 2 hari berkuliah, Elon Musk memutuskan untuk keluar karena ada misi besar yang dikejarnya. Ya, Elon Musk ingin menjadi bagian dari boom-nya internet kala itu. Ia pun mendirikan perusahaan pertamanya, Zip2 Corporation. Pada tahun 1999, perusahaan tersebut dijual seharga 300 juta lebih dolar Amerika.
Semuanya berawal dari keresahan
Jika anda resah terhadap ini dan itu, maka bergurulah kepada Elon Musk untuk mengubah resah menjadi berkah. Pada tahun 1999, Elon Musk mendirikan X.com (Sekarang dikenal dengan nama “Paypal”), sebuah perusahaan layanan finansial dan pembayaran online. Sebelumnya, Elon sangat resah saat berbelanja secara online. Bayangkan, ia harus memberikan data-data kartu kredit pribadinya dan hal itu tentulah tidak aman. Untuk mengatasi keresahannya tersebut, ia pun berinisiatif untuk menjadi co-founder dari X.com (Paypal). Dengan adanya Paypal yang lahir dari ‘rahim’ resah, anda pun dapat merasakan manisnya memiliki rekening online yang terjamin keamanannya.
Tidak berhenti di situ, ia juga resah dengan keadaan bumi yang semakin digerogoti energi fosilnya, polusi berseliweran dimana-mana, dan kemungkinan bumi akan hancur karena berbagai penyebab. Dengan keresahan sekaligus ide-ide absurd tapi keren yang memenuhi kepalanya, Elon Musk mendirikan perusahaan mobil listrik Tesla.inc. Sepintas, penemuan mobil listrik ala Elon Musk terkesan biasa saja. Namun, tahukah anda bahwa mobil listrik dari Elon Musk terbilang terjangkau dan ramah lingkungan? Sebagai seorang yang bergelut di bidang teknologi, ia tahu bahwa baterai mobil listrik sangatlah mahal, harganya mencapai $600 / Kwh. Namun, ia tetap penasaran mengapa harga baterai tersebut melambung tinggi. Dengan penelitian yang dilakukan oleh Elon, akhirnya diketahui bahwa pembuatan baterai sebenarnya hanya memerlukan  biaya $80/Kwh. Mobil listrik Tesla juga sangat ramah lingkungan. Alih-alih mengambil energi fosil sebagai bahan listrik, Tesla menggunakan energi matahari untuk dikonversi menjadi energi listrik. Hal ini pun membuat Tesla menjadi mobil listrik pertama yang eco-friendly
Untuk mengeksekusi impian absurdnya yaitu manusia menjadi spesies antarplanet, Elon Musk pun mendirikan Space-X, sebuah perusahaan pembuat roket menuju Mars. Awalnya, ia resah dengan harga roket yang sangat mahal. Seperti kasus di atas, ia juga memangkas harga pembuatan roket. Sebelumnya, ia penasaran mengapa roket luar angkasa mahal harganya. “Oh, ternyata karena roket hanya digunakan sekali pakai. Jika roket sudah beranjak pergi dari bumi, maka roket pun tidak akan kembali”. Ia pun berpikir untuk membuat roket yang dapat kembali lagi ke bumi. Hasilnya, ucapkan selamat datang pada Space-X, roket pertama yang dapat kembali menuju bumi dan dipakai berulang kali.
Ya, segala keresahan yang dirasakan oleh Elon Musk berbuah ide-ide gila nan brilian. Jangan berpikir bahwa ide-ide tersebut tidak mendapat cemoohan dari orang lain. Namun, Elon Musk tetap mengeksekusinya dengan sangat baik. Seperti katanya, “If something is important enough, even if the odds are against you, you should still do it.”.
Subscribe to this Blog via Email :