Sunday, 3 June 2018

Cerita Motivasi Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya

Kalimat tanya di atas mungkin sudah seringkali anda dengar dari iklan Tokopedia di televisi. Ya, Tokopedia merupakan salah satu e-commerce a.k.a online market place yang terbesar di Indonesia. Tidak main-main, Tokopedia juga memperoleh suntikan dana sebesar US$ 1,1 Miliar dari Alibaba. Investasi yang sangat besar, bukan? Penting untuk diingat bahwa Alibaba hanya menjadi investor minor di Tokopedia. Keren, kan?

Cerita Motivasi Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya


Menurut iPrice, Tokopedia adalah e-commerce C2C (Customer to Customer) terbesar di Indonesia dengan jumlah pengunjung mencapai 50,66 Juta per bulan. Dari uraian-uraian ini, tentunya anda dapat menyimpulkan dengan sangat mudah bahwa Tokopedia terbilang sangat sukses. Namun, siapakah pendiri sekaligus arsitek dari rancangan ide-ide membuat Tokopedia? Bagaimana perjalanan founder Tokopedia untuk sampai pada titik kesuksesan ini? Berikut ini kisahnya !

Founder Tokopedia itu bernama William Tanuwijaya, seorang pria kelahiran Pematangsiantar, 18 November 1981. Ia lahir dari keluarga sederhana. Ketika lulus SMA, ayah dan pamannya membelikan tiket kapal laut ke Jakarta untuk William. Bagi ayah William, pendidikan adalah modal menuju kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, ia ingin anaknya dapat berkuliah di universitas yang berkualitas. William pun berkuliah di jurusan Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara.
Saat semester 2, ia diberi kabar bahwa ayahnya jatuh sakit. Hal itu pun memaksa William untuk prihatin dan tidak meminta uang lagi kepada orang tuanya. Kemudian, ia mengambil pekerjaan sambilan dengan menjadi penjaga warnet dari pukul 9 malam hingga 9 pagi. Sungguh melelahkan, bukan? Namun, pekerjaannya tersebut berbuah manis. Pria introvert itu seketika jatuh cinta pada internet, tempat di mana informasi berada di genggaman tangan. Perjumpaannya dengan internet kala itu turut merubah nasibnya di suatu hari di masa depan.

Selepas lulus dari bangku kuliah, William bekerja di sebuah kantor. Ia juga mengambil pekerjaan sambilan sebagai graphic designer. William banyak menangani pekerjaan sambilan yang berhubungan dengan pembuatan logo UMKM online. Ia pun mengambil kesimpulan bahwa bisnis online mulai marak di Indonesia. Pada suatu hari, ia mendengar berita penipuan jual beli online. Saat itu, tepatnya pada tahun 2007, ia melihat peluang untuk membuat situs belanja online yang aman dan terpercaya, Tokopedia. Namun, mengeksekusi mimpi tersebut bukan perkara mudah. William tentunya perlu dana agar Tokopedia dapat berjalan. Bersama temannya yang juga salah satu pendiri Tokopedia,  Leontinus Alpha Edison, ia menghadap ke bosnya untuk menyampaikan ide brilian yang terkendala dana ini. Bos dari William dan Leon menyambut baik ide tersebut. Ia pun memperkenalkan William dan Leon kepada para investor.

Jalan terjal kembali dilalui William dan Leon. Dalam kurun waktu 2007 hingga 2009, tidak ada investor yang mau menyuntikkan dana ke Tokopedia. Mereka skeptis terhadap ide Tokopedia dan si pelopor ide tersebut, William Tanuwijaya. Setidaknya ada 5 pertanyaan yang selalu diajukan para investor kepadanya. 

Di bawah ini hanya ada 3 pertanyaan, yaitu :
1.    William, bisa tidak kamu sebutkan satu saja orang Indonesia yang berhasil kaya karena bisnisnya teknologi atau internet?
Di tahun-tahun tersebut, memang belum ada orang Indonesia yang berhasil kaya karena berbisnis di internet. Di Amerika, kita dapat menemukan Bill Gates, Mark Zuckerberg, Steve Jobs, dan lain-lain. Belum ada role model seperti itu di Indonesia di tahun 2007-2009.

2.    Indonesia ini merupakan negara pasar yang begitu menjanjikan. Jika kamu membuktikan bahwa Indonesia butuh Tokopedia, lantas Indonesia menjadi sorotan dunia. Dan yang kamu bangun ini bukan sesuatu yang baru, bahkan kamu meniru apa yang sudah ada di negara lain. Misalnya, ada eBay dari Amerika, Alibaba dari China. Kalau mereka masuk bagaimana? Bagaimana kamu melawan mereka?
Saat itu, William dan Leon tidak tahu harus menjawab apa, speachless.

3.     Bagaimana background kamu? Apakah kamu dari keluarga terpandang? Kalau gagal, bagaimana kamu mengembalikan dana investasi? Apakah kamu lulusan salah satu universitas Ivy League? Kalau kamu lulusan Ivy League, setidaknya kamu dapat menghadapi raksasa-raksasa itu.
William dan Leon memang bukan dari keluarga terpandang. Mereka juga bukan lulusan universitas luar negeri. Dalam salah satu talkshow, William bercanda bahwa ia adalah lulusan warnet.
Tidak hanya memberikan pertanyaan yang sulitnya tingkat dewa, ada salah satu investor yang malah meremehkan impian William.

“Kalian masih muda. Dan muda itu Cuma sekali. Jangan sia-siakan masa muda kamu. Carilah hal yang lebih realistis. Mimpi kamu ini mimpi-mimpi orang Amerika. Namun, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, role model kamu ini adalah orang-orang yang spesial. Kamu tidak spesial. Jadi, carilah hal-hal yang lebih realistis. –Calon investor yang terhormat-
Apakah William dan Leon patah semangat? Tentu tidak. Remehan tersebut malah menjadi cambuk bagi mereka untuk HARUS mendirikan Tokopedia. William selalu memegang teguh kata-kata dari Soekarno.
“Bermimpilah setinggi langit. Kalau terjatuh, maka kalian akan jatuh di antara bintang-bintang”.-Soekarno-
Alhasil, jerih payah, tahan banting terhadap penolakan, kuat hati melawan remehan berbuah sangat manis. Akhirnya, pada tahun 2009, bos William dan Leon lah yang menjadi investor pertama Tokopedia. Kemudian, investor lain pun berdatangan mengerubungi Tokopedia.
Kekuatan mimpi sangat hebat, bukan? Jadi, jangan sekali-kali remehkan mimpi anda maupun orang lain, ya !
Subscribe to this Blog via Email :