Saturday, 30 June 2018

Cerita Motivasi Pendiri Zenius Sabda Putra Subekti

·   0

Seringkah anda mendengar ungkapan “Orang yang pintar di sekolah belum tentu cerdas di lapangan (kerja atau hal-hal lainnya) ? Stigma tersebut memang benar adanya. Di Indonesia, anda dapat menemukan orang-orang yang memiliki nilai tinggi tapi pemahamannya terhadap konsep dan pengaplikasian ilmunya berkualitas rendah. Hal inilah yang membuat Sabda Putra Subekti berkeinginan untuk ‘memperbaiki’ pendidikan di Indonesia. Dengan misi mulianya yakni mencerahkan Republik Indonesia, Sabda pun mendirikan bimbingan belajar, Zenius. Meski idenya sering diejek dan dianggap tidak realistis, ia ‘istiqomah’ meyakini bahwa Zenius merupakan life-time projectnya. Bahkan, sewaktu mendirikan Zenius, Sabda rela keluar dari Teknik Informatika ITB demi mengejar cita-cita kerennya tersebut.

Cerita Motivasi Pendiri Zenius Sabda Putra Subekti

Asal-usul Zenius

Sebagai seorang mahasiswa ITB yang tentunya cerdas, Sabda memiliki rasa penasaran terhadap banyak bidang keilmuan. Ia sangat menyukai membaca buku-buku berkualitas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sabda juga aktif dalam organisasi himpunan di kampusnya. Untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship, Sabda mulai berbisnis sejak tingkat 2 akhir perkuliahannya. Terhitung total ada 7 bisnis yang telah ia dirikan. Namun, hanya ada 1 yang bertahan, yakni Zenius. Zenius lahir dari perasaan miris Sabda terhadap perbandingan kualitas pendidikan Indonesia dengan negara lain yang jauh lebih maju. Karena Sabda merasa terdistraksi oleh kuliahnya, Sabda pun memutuskan keluar dari ITB demi Zenius. Awalnya, ia benar-benar dilema. Jika ia meneruskan kuliah, maka itu sepaket dengan melanjutkan kuliah ke Harvard University dan PhD selama 6-8 tahun. Siapa yang tidak bimbang jika dihadapkan dengan 2 pilihan besar seperti itu? Namun, perkataan ibunya membuat ia mantap untuk lebih memilih Zenius.
“Tapi gini sih mas, kalo kamu nerusin kuliah, mungkin 6-8 tahun lagi kamu jadi pinter sendirian. Tapi kalo kamu fokus ngurus pendidikan dan ngelakuin itu dari sekarang, kamu bisa bantuin ribuan anak Indonesia cerdas tiap tahun. Kesempatan itu belum tentu datang lagi pas kamu balik dari Harvard.”-Sabda’s Mom-

Perjalanan Zenius mencerdaskan anak bangsa 

Pada tahun 2004, Sabda dan Pak Medi (Tutor Sabda saat Bimbel) memiliki impian untuk membuat pendidikan dapat terdigitalisasi. Karena internet belum gencar seperti sekarang, Sabda pun memutuskan untuk mendirikan bimbingan belajar (offline) Zenius. Kala itu, bimbel ini masih menumpang di gedung Sony Sugema College, Tebet. Untuk menambah kas masuk, Sabda pun berinisiatif untuk membuat CD Zenius. Kemudian, ia memasarkannya ke anak-anak sekolah. Dengan segala perjuangan keras Sabda, berdirilah PT Zenius Education pada tahun 2007. Kemudian, peluncuran bimbel terdigitalisasi,  Zenius.net dilakukan pada tahun 2010. Per Juni 2017, terhitung jumlah kunjungan  ke website Zenius.net adalah 44.289.309 kunjungan. Luar biasa, bukan?
Zenius adalah bimbel yang sangat dicintai penggunanya. Di zenius, tidak ada istilah menghafal rumus yang membuat pusing 7 keliling. Lebih dari itu, para siswa digembleng untuk memahami konsep ilmunya. Sabda berhasil mendesain Zenius sebagai bimbel yang menyingkap tabir kerennya sains. Dengan kata lain, Zenius benar-benar membuat siswa ‘kecanduan’ belajar karena rasa penasaran terhadap sains, bukan karena mengejar nilai atau lulus ujian semata. Serunya lagi, Zenius tidak hanya menunjang dalam pelajaran sekolah saja, melainkan juga mempengaruhi pola berpikir kita untuk menjadi lebih kritis terhadap berbagai hal. Di situs Zenius.net, anda juga dapat menemukan berbagai artikel dan video yang mind-blowing sekaligus memotivasi, seperti Self Concept, Goals and Motivation, Learning How to Learn, Time Management, dan masih banyak lagi.

Give a man a fish and you feed him for a day. Teach a man to fish and you feed him for a lifetime
-Maimonides-
Subscribe to this Blog via Email :